TUJUAN PERTEMUAN
Agar peserta menyadari dan menjalankan tugas perutusan
sebagai murid Yesus.
GAGASAN POKOK:
Menjadi murid Yesus berarti diutus untuk pergi, bersaksi,
dan melayani. Seperti para murid dalam Matius 10:1–15, kita dipanggil untuk
peduli kepada sesama, membela yang lemah, menjadi tanda harapan, serta
mengandalkan Allah dalam menjalankan perutusan sehari-hari.
- DOA
MOHON KEHADIRAN TUHAN
- Lagu Pembuka
- Tanda Salib dan Salam
- Kata Pengantar
Saudara-saudari terkasih,
Dalam pertemuan kedua ini, kita mendengarkan Yesus, Guru
yang penuh kuasa, yang memanggil dan mengutus para murid untuk ambil bagian
dalam misi-Nya. Berangkat dari belas kasih Yesus kepada umat yang telantar,
Injil Matius menegaskan bahwa perutusan lahir dari kepedulian dan keberanian
untuk melayani. Di tengah dunia yang penuh kebingungan dan kebutuhan akan
harapan, kita pun diutus untuk mewartakan Kerajaan Surga dengan sederhana,
mengandalkan Allah, dan tetap setia meskipun menghadapi berbagai tantangan.
Mari kita menyiapkan hati untuk mendengarkan Dia dan mengawali pertemuan ini
dengan doa.
DOA
PEMBUKAAN
Allah Bapa yang Mahakuasa dan Mahakasih,
Kami bersyukur karena Engkau berkenan memanggil kami untuk
ambil bagian dalam karya keselamatan-Mu. Pada pertemuan ini, bukalah hati dan
budi kami agar mampu mendengarkan Yesus, Putra-Mu terkasih, Guru yang penuh
kuasa, yang mengutus para murid untuk mewartakan Kerajaan Surga dan melayani
sesama.
Kuatkanlah kami dengan Roh-Mu agar berani menjalankan tugas
perutusan dengan sederhana, setia, dan penuh kasih di tengah kehidupan
sehari-hari.
Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan
berkuasa bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.
Amin.
- PENDALAMAN
(PEMBACAAN TEKS)
- Fasilitator
meminta dua orang peserta untuk membaca teks secara bergantian antara ayat ganjil dan genap.
- Pilihan
lain adalah dapat dibaca secara Bersama-sama.
Matius 10:1-15
- Yesus
memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi mereka kuasa untuk mengusir
roh-roh jahat dan untuk menyembuhkan orang-orang dari segala penyakit dan
kelemahan.
- Inilah
nama kedua belas rasul itu: Pertama, Simon yang disebut Petrus dan Andreas
saudaranya, lalu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,
- Filipus
dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan
Tadeus,
- Simon
orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.
- Kedua
belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka,
“Janganlah menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang
Samaria,
- melainkan
pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
- Pergilah
dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat.
- Sembuhkanlah
orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang yang sakit kulit;
usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, berikanlah
pula dengan cuma-cuma.
- Janganlah
membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.
- Janganlah
membawa kantong perbekalan dalam perjalanan, janganlah membawa baju dua
helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat nafkahnya.
- Apabila
kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan
tinggallah padanya sampai kamu berangkat.
- Apabila
kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.
- Jika
mereka layak menerimanya, salam damaimu itu turun ke atasnya; jika tidak,
salam damaimu itu kembali kepadamu.
- Apabila
seseorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah
dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.
- Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu.”
- PERTANYAAN
PENDALAMAN TEKS
- Apa
yang dilakukan Yesus terhadap kedua belas murid-Nya? Lih. ayat 1.
- Siapa
nama rasul-rasul yang dipanggil dan diutus oleh Yesus? Lih. ayat
2–4.
- Kepada
siapa dan ke mana Yesus mengutus para murid-Nya? Lih. ayat 5–6.
- Apa
pesan utama yang harus mereka wartakan? Lih. ayat 7.
- Tindakan
apa yang menyertai pewartaan para murid? Lih. ayat 8.
- Apa
yang boleh dan tidak boleh dibawa sebagai bekal dalam menjalankan tugas
perutusan? Lih. ayat 9–10.
- Apa
yang harus dilakukan para murid ketika diterima atau ditolak?
Lih. ayat 11–15.
JAWABAN PERTANYAAN:
- Jawaban
pertanyaan no.1:
Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi mereka
kuasa untuk mengusir roh-roh jahat serta menyembuhkan orang-orang dari segala
penyakit dan kelemahan.
- Kaitannya
dengan Sub-Tema 2 – Pengajaran
Yesus Tentang Tugas Perutusan Para Murid:
Yesus tidak hanya memanggil murid untuk mengikuti-Nya, tetapi juga memberi mereka tugas dan kuasa untuk melayani. Menjadi murid berarti siap mengambil bagian dalam karya Yesus. - Bagaimana
diwujudkan dalam hidup sehari-hari:
1)
Bersedia terlibat dalam pelayanan di keluarga,
lingkungan, dan Gereja.
2)
Menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk
menolong dan menguatkan sesama.
3)
Tidak hanya menjadi pendengar, tetapi berani
melakukan kebaikan secara nyata.
- Jawaban
pertanyaan no.2:
Kedua belas rasul itu adalah Simon yang disebut Petrus,
Andreas, Yakobus anak Zebedeus, Yohanes, Filipus, Bartolomeus, Tomas, Matius,
Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot.
- Kaitannya
dengan Sub-Tema 2 – Pengajaran
Yesus Tentang Tugas Perutusan Para Murid:
Yesus memanggil orang-orang yang berbeda latar belakang dan karakter untuk menjadi murid dan menjalankan perutusan. Ini menunjukkan bahwa setiap murid memiliki tempat dan tanggung jawab dalam karya Allah. - Bagaimana
diwujudkan dalam hidup sehari-hari:
1)
Menyadari bahwa setiap orang memiliki panggilan
dan peran dalam kehidupan bersama.
2)
Menghargai perbedaan kemampuan, latar belakang,
dan karakter sesama.
3) Bersedia bekerja sama dalam pelayanan, bukan merasa diri paling penting.
- Jawaban
pertanyaan no.3:
Yesus mengutus para murid kepada domba-domba yang hilang
dari umat Israel. Mereka diminta untuk pergi kepada orang-orang yang
membutuhkan pertolongan dan perhatian.
- Kaitannya
dengan Sub-Tema 2 – Pengajaran
Yesus Tentang Tugas Perutusan Para Murid:
Perutusan berarti datang kepada mereka yang membutuhkan, bukan menunggu orang datang kepada kita. Murid Yesus dipanggil untuk hadir dan membawa perhatian serta kasih Allah kepada sesama. - Bagaimana
diwujudkan dalam hidup sehari-hari:
1)
Memperhatikan orang yang kesepian, terlupakan,
atau mengalami kesulitan.
2)
Bersedia mengunjungi dan mendampingi orang yang
membutuhkan.
3)
Tidak membatasi kepedulian hanya kepada
orang-orang yang dekat dengan kita.
- Jawaban
pertanyaan no.4:
Yesus meminta para murid untuk mewartakan: “Kerajaan
Surga sudah dekat.”
- Kaitannya
dengan Sub-Tema 2 – Pengajaran
Yesus Tentang Tugas Perutusan Para Murid:
Murid Yesus diutus untuk mewartakan kehadiran dan kasih Allah. Pewartaan bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui kehidupan yang mencerminkan nilai-nilai Kerajaan Allah. - Bagaimana
diwujudkan dalam hidup sehari-hari:
1)
Menyampaikan kabar baik dan kata-kata yang
membangun, bukan fitnah atau kebencian.
2)
Menunjukkan kasih, kejujuran, keadilan, dan
pengampunan dalam kehidupan sehari-hari.
3)
Menjadi saksi iman melalui perilaku, bukan hanya
melalui perkataan.
- Jawaban
pertanyaan no.5:
Para murid diminta untuk menyembuhkan orang sakit,
membangkitkan orang mati, mentahirkan orang yang sakit kulit, dan mengusir
setan. Semua itu dilakukan sebagai pelayanan dan diberikan dengan cuma-cuma.
- Kaitannya
dengan Sub-Tema 2 – Pengajaran
Yesus Tentang Tugas Perutusan Para Murid:
Pewartaan Injil harus disertai tindakan kasih dan pelayanan nyata. Menjadi murid berarti menghadirkan pertolongan dan pemulihan bagi sesama. - Bagaimana
diwujudkan dalam hidup sehari-hari:
1)
Membantu orang yang sedang mengalami kesulitan
atau penderitaan.
2)
Memberikan waktu, tenaga, dan kemampuan untuk
melayani tanpa pamrih.
3)
Menghibur, menguatkan, dan membantu memulihkan
orang yang terluka secara batin.
- Jawaban
pertanyaan no.6:
Yesus meminta para murid untuk tidak membawa emas, perak,
tembaga, kantong perbekalan, baju dua helai, kasut, atau tongkat. Mereka diajak
untuk hidup sederhana dan mengandalkan penyelenggaraan Allah.
- Kaitannya
dengan Sub-Tema 2 – Pengajaran
Yesus Tentang Tugas Perutusan Para Murid:
Perutusan tidak terutama bergantung pada harta dan perlengkapan, tetapi pada kepercayaan kepada Allah. Murid Yesus dipanggil untuk menjalankan tugas dengan sederhana dan tulus. - Bagaimana
diwujudkan dalam hidup sehari-hari:
1)
Melayani dengan tulus dan tidak menjadikan
pelayanan sebagai kesempatan mencari keuntungan pribadi.
2)
Hidup sederhana dan tidak berlebihan dalam
menggunakan harta.
3)
Mengandalkan Tuhan sambil tetap bertanggung
jawab dan menggunakan apa yang tersedia dengan bijaksana.
- Jawaban
pertanyaan no.7:
Jika diterima, para murid hendaknya tinggal bersama orang
yang layak dan memberikan salam damai. Jika ditolak dan perkataan mereka tidak
didengarkan, mereka diminta untuk meninggalkan rumah atau kota itu dan tidak
membalas penolakan tersebut.
- Kaitannya
dengan Sub-Tema 2 – Pengajaran
Yesus Tentang Tugas Perutusan Para Murid:
Dalam menjalankan perutusan, murid Yesus dapat mengalami penerimaan maupun penolakan. Karena itu, seorang murid harus tetap membawa damai, menghormati kebebasan orang lain, dan tidak kehilangan semangat dalam menghadapi penolakan. - Bagaimana
diwujudkan dalam hidup sehari-hari:
1)
Tetap menghargai orang lain meskipun berbeda
pendapat atau menolak nasihat kita.
2)
Tidak membalas penolakan dengan kemarahan,
kebencian, atau permusuhan.
3)
Tetap setia berbuat baik dan melayani meskipun
tidak selalu dihargai atau diterima.
- SHARING
IMAN
Pemandu mengajak peserta untuk berbagi pengalaman hidup. Sharing
tidak dimaksudkan sebagai bahan diskusi atau debat, melainkan sebagai
kesempatan untuk saling mendengarkan dan merefleksikan pengalaman
masing-masing.
Pertanyaan-pertanyaan untuk bahan sharing:
- Dalam
kehidupan sehari-hari, di mana Anda merasa bahwa Tuhan mengutus Anda
untuk hadir dan melayani?
- Apa
pengalaman yang pernah Anda alami ketika mencoba berbuat baik atau
bersaksi tentang iman, baik saat diterima maupun saat ditolak?
- Apa
sikap yang paling sulit Anda jalani dalam melaksanakan tugas perutusan:
mengandalkan Tuhan, hidup sederhana, atau berani melayani tanpa pamrih?
Mengapa?
V.
PENEGUHAN DARI PEMANDU
- Setiap orang beriman
adalah murid yang diutus. Panggilan dan perutusan bukan hanya milik imam
atau biarawan-biarawati. Melalui baptisan, kita semua dipanggil untuk
ambil bagian dalam tugas Kristus sebagai nabi, imam, dan raja.
- Perutusan hadir di
tengah keprihatinan dunia. Di tengah kesulitan ekonomi, ketidakadilan,
bencana, dan hilangnya harapan, kita dipanggil menjadi garam dan terang,
terutama bagi mereka yang letih, kecewa, dan terluka.
- Setiap orang diutus
sesuai keadaan dan kemampuannya. Perutusan dapat diwujudkan dalam
keluarga, pekerjaan, kampus, Gereja, dan lingkungan melalui bakat serta
kemampuan yang kita miliki.
- Perutusan diwujudkan
melalui tindakan nyata. Mewartakan Injil berarti menghadirkan kasih Allah
melalui tindakan: menolong yang membutuhkan, menghibur yang berduka,
membela kebenaran, dan meneguhkan yang lemah.
- Jalankan perutusan
dengan sederhana, setia, dan mengandalkan Allah. Ketika berhasil,
tetaplah rendah hati dan memuliakan Tuhan. Ketika ditolak, jangan putus
asa. Kesetiaan dalam menjalankan perutusan lebih penting daripada
keberhasilan lahiriah. Kita adalah para pekerja yang diutus Tuhan untuk
menghadirkan kasih-Nya hari ini..
- DOA
PERMOHONAN (doa umat)
- Pemandu
mengajak peserta berdoa secara spontan.
- Setelah
itu, pemandu mengakhirinya dengan mengajak peserta bersama-sama mendoakan
BAPA KAMI.
- RENCANA
KEGIATAN ATAU AKSI
Pemandu mengajak peserta melakukan aksi (sesuai konteks
lokal terkait sub tema-2) untuk mewujudkan hidup sejati sebagai murid Kristus.
- PENUTUP
- Pengumuman
- Doa
penutup:
Allah Bapa yang Mahakuasa dan Mahakasih,
Kami bersyukur atas sabda-Mu yang telah kami dengarkan
tentang panggilan dan perutusan para murid. Engkau memanggil kami, memberi
kuasa, dan mengutus kami untuk mewartakan Kerajaan Surga serta menghadirkan
kasih dan pemulihan bagi sesama. Kuatkanlah kami agar berani melaksanakan
perutusan itu dengan sederhana, tanpa pamrih, dan penuh kepercayaan kepada
penyelenggaraan-Mu, baik ketika kami diterima maupun ketika kami ditolak.
Utuslah kami menjadi tanda harapan di tengah dunia.
Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
- Lagu
penutup