PERTEMUAN 2 BKSN 2026 : Pengajaran Yesus Tentang Tugas Perutusan Para Murid (Matius 10:1-15)

Administrator 04 Sep 2026 332 Dibaca Pelayanan Gereja
Pertemuan 2 BKSN 2026 tentang pengajaran Yesus mengenai tugas perutusan para murid berdasarkan Matius 10:1-15

TUJUAN PERTEMUAN

Agar peserta menyadari dan menjalankan tugas perutusan sebagai murid Yesus.

GAGASAN POKOK:

Menjadi murid Yesus berarti diutus untuk pergi, bersaksi, dan melayani. Seperti para murid dalam Matius 10:1–15, kita dipanggil untuk peduli kepada sesama, membela yang lemah, menjadi tanda harapan, serta mengandalkan Allah dalam menjalankan perutusan sehari-hari.

  1. DOA MOHON KEHADIRAN TUHAN
    1. Lagu Pembuka 
    2. Tanda Salib dan Salam
    3. Kata Pengantar

Saudara-saudari terkasih,

Dalam pertemuan kedua ini, kita mendengarkan Yesus, Guru yang penuh kuasa, yang memanggil dan mengutus para murid untuk ambil bagian dalam misi-Nya. Berangkat dari belas kasih Yesus kepada umat yang telantar, Injil Matius menegaskan bahwa perutusan lahir dari kepedulian dan keberanian untuk melayani. Di tengah dunia yang penuh kebingungan dan kebutuhan akan harapan, kita pun diutus untuk mewartakan Kerajaan Surga dengan sederhana, mengandalkan Allah, dan tetap setia meskipun menghadapi berbagai tantangan. Mari kita menyiapkan hati untuk mendengarkan Dia dan mengawali pertemuan ini dengan doa.

DOA PEMBUKAAN

Allah Bapa yang Mahakuasa dan Mahakasih,

Kami bersyukur karena Engkau berkenan memanggil kami untuk ambil bagian dalam karya keselamatan-Mu. Pada pertemuan ini, bukalah hati dan budi kami agar mampu mendengarkan Yesus, Putra-Mu terkasih, Guru yang penuh kuasa, yang mengutus para murid untuk mewartakan Kerajaan Surga dan melayani sesama.

Kuatkanlah kami dengan Roh-Mu agar berani menjalankan tugas perutusan dengan sederhana, setia, dan penuh kasih di tengah kehidupan sehari-hari.

Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

Amin.

  1. PENDALAMAN (PEMBACAAN TEKS)
    1. Fasilitator meminta dua orang peserta untuk membaca teks secara bergantian  antara ayat ganjil dan genap.
    2. Pilihan lain adalah dapat dibaca secara Bersama-sama.

Matius 10:1-15

  1. Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi mereka kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk menyembuhkan orang-orang dari segala penyakit dan kelemahan.
  2. Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama, Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, lalu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,
  3. Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,
  4. Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.
  5. Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka, “Janganlah menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
  6. melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
  7. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat.
  8. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang yang sakit kulit; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, berikanlah pula dengan cuma-cuma.
  9. Janganlah membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.
  10. Janganlah membawa kantong perbekalan dalam perjalanan, janganlah membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat nafkahnya.
  11. Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.
  12. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.
  13. Jika mereka layak menerimanya, salam damaimu itu turun ke atasnya; jika tidak, salam damaimu itu kembali kepadamu.
  14. Apabila seseorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.
  15. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu.”
  1. PERTANYAAN PENDALAMAN TEKS
    1. Apa yang dilakukan Yesus terhadap kedua belas murid-Nya? Lih. ayat 1.
    2. Siapa nama rasul-rasul yang dipanggil dan diutus oleh Yesus? Lih. ayat 2–4.
    3. Kepada siapa dan ke mana Yesus mengutus para murid-Nya? Lih. ayat 5–6.
    4. Apa pesan utama yang harus mereka wartakan? Lih. ayat 7.
    5. Tindakan apa yang menyertai pewartaan para murid? Lih. ayat 8.
    6. Apa yang boleh dan tidak boleh dibawa sebagai bekal dalam menjalankan tugas perutusan? Lih. ayat 9–10.
    7. Apa yang harus dilakukan para murid ketika diterima atau ditolak?
      Lih. ayat 11–15.

JAWABAN PERTANYAAN:

  1. Jawaban pertanyaan no.1:

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi mereka kuasa untuk mengusir roh-roh jahat serta menyembuhkan orang-orang dari segala penyakit dan kelemahan.

  1. Kaitannya dengan Sub-Tema 2 – Pengajaran Yesus Tentang Tugas Perutusan Para Murid:
    Yesus tidak hanya memanggil murid untuk mengikuti-Nya, tetapi juga memberi mereka tugas dan kuasa untuk melayani. Menjadi murid berarti siap mengambil bagian dalam karya Yesus.
  2. Bagaimana diwujudkan dalam hidup sehari-hari:

1)     Bersedia terlibat dalam pelayanan di keluarga, lingkungan, dan Gereja.

2)     Menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk menolong dan menguatkan sesama.

3)     Tidak hanya menjadi pendengar, tetapi berani melakukan kebaikan secara nyata.

  1. Jawaban pertanyaan no.2:

Kedua belas rasul itu adalah Simon yang disebut Petrus, Andreas, Yakobus anak Zebedeus, Yohanes, Filipus, Bartolomeus, Tomas, Matius, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot.

  1. Kaitannya dengan Sub-Tema 2 – Pengajaran Yesus Tentang Tugas Perutusan Para Murid:
    Yesus memanggil orang-orang yang berbeda latar belakang dan karakter untuk menjadi murid dan menjalankan perutusan. Ini menunjukkan bahwa setiap murid memiliki tempat dan tanggung jawab dalam karya Allah.
  2. Bagaimana diwujudkan dalam hidup sehari-hari:

1)     Menyadari bahwa setiap orang memiliki panggilan dan peran dalam kehidupan bersama.

2)     Menghargai perbedaan kemampuan, latar belakang, dan karakter sesama.

3)     Bersedia bekerja sama dalam pelayanan, bukan merasa diri paling penting.

  1. Jawaban pertanyaan no.3:

Yesus mengutus para murid kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Mereka diminta untuk pergi kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan dan perhatian.

  1. Kaitannya dengan Sub-Tema 2 – Pengajaran Yesus Tentang Tugas Perutusan Para Murid:
    Perutusan berarti datang kepada mereka yang membutuhkan, bukan menunggu orang datang kepada kita. Murid Yesus dipanggil untuk hadir dan membawa perhatian serta kasih Allah kepada sesama.
  2. Bagaimana diwujudkan dalam hidup sehari-hari:

1)     Memperhatikan orang yang kesepian, terlupakan, atau mengalami kesulitan.

2)     Bersedia mengunjungi dan mendampingi orang yang membutuhkan.

3)     Tidak membatasi kepedulian hanya kepada orang-orang yang dekat dengan kita.

  1. Jawaban pertanyaan no.4:

Yesus meminta para murid untuk mewartakan: “Kerajaan Surga sudah dekat.”

  1. Kaitannya dengan Sub-Tema 2 – Pengajaran Yesus Tentang Tugas Perutusan Para Murid:
    Murid Yesus diutus untuk mewartakan kehadiran dan kasih Allah. Pewartaan bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui kehidupan yang mencerminkan nilai-nilai Kerajaan Allah.
  2. Bagaimana diwujudkan dalam hidup sehari-hari:

1)     Menyampaikan kabar baik dan kata-kata yang membangun, bukan fitnah atau kebencian.

2)     Menunjukkan kasih, kejujuran, keadilan, dan pengampunan dalam kehidupan sehari-hari.

3)     Menjadi saksi iman melalui perilaku, bukan hanya melalui perkataan.

  1. Jawaban pertanyaan no.5:

Para murid diminta untuk menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, mentahirkan orang yang sakit kulit, dan mengusir setan. Semua itu dilakukan sebagai pelayanan dan diberikan dengan cuma-cuma.

  1. Kaitannya dengan Sub-Tema 2 – Pengajaran Yesus Tentang Tugas Perutusan Para Murid:
    Pewartaan Injil harus disertai tindakan kasih dan pelayanan nyata. Menjadi murid berarti menghadirkan pertolongan dan pemulihan bagi sesama.
  2. Bagaimana diwujudkan dalam hidup sehari-hari:

1)     Membantu orang yang sedang mengalami kesulitan atau penderitaan.

2)     Memberikan waktu, tenaga, dan kemampuan untuk melayani tanpa pamrih.

3)     Menghibur, menguatkan, dan membantu memulihkan orang yang terluka secara batin.

  1. Jawaban pertanyaan no.6:

Yesus meminta para murid untuk tidak membawa emas, perak, tembaga, kantong perbekalan, baju dua helai, kasut, atau tongkat. Mereka diajak untuk hidup sederhana dan mengandalkan penyelenggaraan Allah.

  1. Kaitannya dengan Sub-Tema 2 – Pengajaran Yesus Tentang Tugas Perutusan Para Murid:
    Perutusan tidak terutama bergantung pada harta dan perlengkapan, tetapi pada kepercayaan kepada Allah. Murid Yesus dipanggil untuk menjalankan tugas dengan sederhana dan tulus.
  2. Bagaimana diwujudkan dalam hidup sehari-hari:

1)     Melayani dengan tulus dan tidak menjadikan pelayanan sebagai kesempatan mencari keuntungan pribadi.

2)     Hidup sederhana dan tidak berlebihan dalam menggunakan harta.

3)     Mengandalkan Tuhan sambil tetap bertanggung jawab dan menggunakan apa yang tersedia dengan bijaksana.

  1. Jawaban pertanyaan no.7:

Jika diterima, para murid hendaknya tinggal bersama orang yang layak dan memberikan salam damai. Jika ditolak dan perkataan mereka tidak didengarkan, mereka diminta untuk meninggalkan rumah atau kota itu dan tidak membalas penolakan tersebut.

  1. Kaitannya dengan Sub-Tema 2 – Pengajaran Yesus Tentang Tugas Perutusan Para Murid:
    Dalam menjalankan perutusan, murid Yesus dapat mengalami penerimaan maupun penolakan. Karena itu, seorang murid harus tetap membawa damai, menghormati kebebasan orang lain, dan tidak kehilangan semangat dalam menghadapi penolakan.
  2. Bagaimana diwujudkan dalam hidup sehari-hari:

1)     Tetap menghargai orang lain meskipun berbeda pendapat atau menolak nasihat kita.

2)     Tidak membalas penolakan dengan kemarahan, kebencian, atau permusuhan.

3)     Tetap setia berbuat baik dan melayani meskipun tidak selalu dihargai atau diterima.

  1. SHARING IMAN

Pemandu mengajak peserta untuk berbagi pengalaman hidup. Sharing tidak dimaksudkan sebagai bahan diskusi atau debat, melainkan sebagai kesempatan untuk saling mendengarkan dan merefleksikan pengalaman masing-masing.

Pertanyaan-pertanyaan untuk bahan sharing:

  1. Dalam kehidupan sehari-hari, di mana Anda merasa bahwa Tuhan mengutus Anda untuk hadir dan melayani?
  2. Apa pengalaman yang pernah Anda alami ketika mencoba berbuat baik atau bersaksi tentang iman, baik saat diterima maupun saat ditolak?
  3. Apa sikap yang paling sulit Anda jalani dalam melaksanakan tugas perutusan: mengandalkan Tuhan, hidup sederhana, atau berani melayani tanpa pamrih? Mengapa?

     V.          PENEGUHAN DARI PEMANDU

    1. Setiap orang beriman adalah murid yang diutus. Panggilan dan perutusan bukan hanya milik imam atau biarawan-biarawati. Melalui baptisan, kita semua dipanggil untuk ambil bagian dalam tugas Kristus sebagai nabi, imam, dan raja.
    2. Perutusan hadir di tengah keprihatinan dunia. Di tengah kesulitan ekonomi, ketidakadilan, bencana, dan hilangnya harapan, kita dipanggil menjadi garam dan terang, terutama bagi mereka yang letih, kecewa, dan terluka.
    3. Setiap orang diutus sesuai keadaan dan kemampuannya. Perutusan dapat diwujudkan dalam keluarga, pekerjaan, kampus, Gereja, dan lingkungan melalui bakat serta kemampuan yang kita miliki.
    4. Perutusan diwujudkan melalui tindakan nyata. Mewartakan Injil berarti menghadirkan kasih Allah melalui tindakan: menolong yang membutuhkan, menghibur yang berduka, membela kebenaran, dan meneguhkan yang lemah.
    5. Jalankan perutusan dengan sederhana, setia, dan mengandalkan Allah. Ketika berhasil, tetaplah rendah hati dan memuliakan Tuhan. Ketika ditolak, jangan putus asa. Kesetiaan dalam menjalankan perutusan lebih penting daripada keberhasilan lahiriah. Kita adalah para pekerja yang diutus Tuhan untuk menghadirkan kasih-Nya hari ini..
  1. DOA PERMOHONAN (doa umat)
    1. Pemandu mengajak peserta berdoa secara spontan.
    2. Setelah itu, pemandu mengakhirinya dengan mengajak peserta bersama-sama mendoakan BAPA KAMI.
  2. RENCANA KEGIATAN ATAU AKSI

Pemandu mengajak peserta melakukan aksi (sesuai konteks lokal terkait sub tema-2) untuk mewujudkan hidup sejati sebagai murid Kristus.

  1. PENUTUP
    1. Pengumuman
    2. Doa penutup:

Allah Bapa yang Mahakuasa dan Mahakasih,

Kami bersyukur atas sabda-Mu yang telah kami dengarkan tentang panggilan dan perutusan para murid. Engkau memanggil kami, memberi kuasa, dan mengutus kami untuk mewartakan Kerajaan Surga serta menghadirkan kasih dan pemulihan bagi sesama. Kuatkanlah kami agar berani melaksanakan perutusan itu dengan sederhana, tanpa pamrih, dan penuh kepercayaan kepada penyelenggaraan-Mu, baik ketika kami diterima maupun ketika kami ditolak. Utuslah kami menjadi tanda harapan di tengah dunia.

Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

  1. Lagu penutup
Dapatkan Ebook Premium terkait Artikel di atas!

Koleksi buku rohani, katekese, dan doa terlengkap untuk pertumbuhan spiritual Anda.

Belanja di Prodiakon.org
Foto Author
Ditulis oleh: Administrator

Melayani dengan Iman, bertumbuh dalam Kasih.

Artikel Terkait

Komentar Pengunjung

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar
Berapa 3 + 5?
Jawab soal di atas untuk membuktikan Anda bukan robot.